RCA Thailand di Pasar Cina

Tabel
Thailand memiliki comparative advantage  dalam sekitar 30 sektor atau memiliki comparative advantage pada sekitar 30% untuk kategori HS 2-digit. HS 11 yaitu milling products, malt, starches, inulin, wheat gluten menempati urutan pertama nilai RCA tertinggi yaitu sebesar 36.32. Hal ini diikuti dengan nilai  RCA yang tipis oleh HS 07 yaitu edible vegetables and certain roots and tubers dengan nilai 34.36. Selanjutnya dengan RCA 15.15 adalah  HS 40 (rubbers and articles thereof), HS 10 cereals dengan nilai 9.71, HS 57 yaitu carpets and other textile floor coverings 6.5, HS 16 meat, fish, and seafood food 6.11, HS  06 live trees, plants, bulbs, roots, cut flowers 4.93, HS 93 arms and ammuniti0n 3.37, dan terakhir HS 35 albuminoids, modifies starches, glues, enzymes 2.5. Kita dapat melihat bahwa HS 11 dan HS 07 sangat kompetitif di pasar Cina.

Graph

Sebuah studi oleh Shen Lisheng mengatakan bahwa terdapat trade dependency yang tinggi antara Thailand dan Cina dimana Thailand memiliki trade surplus yang artinya Thailand lebih banyak mengekspor produk ke Cina dibandingkan mengimpor produk dari Cina. Alasannya adalah Cina memiliki jumlah penduduk yang sangat besar dimana diikuti dengan konsumsi domestik yang tinggi. Konsumsi domestik ini memiliki tingkat demand akan barang jadi dan juga raw and intermediate goods. Selain itu Cina saat ini sedang mencari trade partners dari wilayah Asia. Thailand diuntungkan karena memiliki jalur, fasilitas, dan produksi yang lebih baik menurut Cina. Pada tahun 2011 Cina berhasil menggeser kedudukan Amerika Serikat di posisi nomor satu negara yang menjadi tujuan ekspor Thailand.

RCA hanya dapat menilai apakah suatu negara memiliki comparative advantage akan suatu produk. Dari banyaknya produk kategori HS 2-digit ternyata Thailand memiliki comparative advantage akan produk-produk tertentu di Cina, yaitu mendominasi di 32 sektor produk. Dapat dikatakan bahwa sektor produksi barang Thailand cukup kompetitif di Cina. Pada tahun 2010 Cina dikatakan banyak bergantung pada produk-produk dari Thailand. Namun metode penghitungan dengan RCA (Revealed Comparative Advantage) ini memiliki limitasi. Index RCA ini sangat terpengaruh oleh faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi trade pattern contohnya trade barrier.

References

(n.d.). Retrieved from http://www.comtrade.un.org

(n.d.). Retrieved from http://www.bangkokpost.com

Lisheng, S. (2012). Analysis and Forecast of the Bilateral Trade. First Thai-Chinese Strategic Research Seminar. Bangkok.

 

Tasya Shabrina Yusira

1006690216

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: