PPKI & Panglaykim Memorial Dialogue 2012

Aklan Huda Wijaya – 1006689763


Pada hari Jumat, tepatnya pada tanggal 23 November 2012 saya dan kawan saya berkesempatan untuk mengunjungi Pekan Produk Kreatif di Indonesia, yang diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi kreatif dan mengikuti acara Panglaykim Memorial Dialogue 2012 . Awalnya, Saya memang berencana untuk datang ke pameran tersebut jauh sebelum ada pemberitahuan mengenai acara ini dari dosen saya, Kak kiki.  Info mengenai acara tersebut saya dapatkan melalui sebuah surat kabar berskala nasional dan saya langsung mengajak teman saya ke acara tersebut. Ya memang, selain saya tertarik, tujuan saya mengikuti acara tersebut dikarenakan “Insentif” yang diberikan oleh dosen saya tersebut bila saya dan teman sekelas saya mengikuti acara ini :p.

Singkat cerita, dengan menggunakan kereta api dan angkutan kota , saya sampai di Epiwalk, Kuningan Jakarta. Saya dan teman saya langsung menuju ketempat dimana acara dialog diadakan, namun karena belum dimulai, kami berkesempatan untuk mengunjungi stand stand di PPKI tersebut. Berbagai jenis stand yang berisi karya seni dari tangan tangan seniman di Indonesia dipamerkan dalam pameran PPKI 2012 tersebut , mulai kerajinanan tradisional, Furnitur, CGI hingga aplikasi-aplikasi digital, ya, semuanya dibuat oleh anak bangsa. Disana saya merasa bahwa produk-produk Indonesia memiliki potensi yang luar biasa untuk bersaing dengan produk produk asing.

Setelah lelah berkeliling, Kami langsung masuk ke dalam venue Panglaykim Memorial Dialogue 2012. Acara ini di isi oleh  pembicara yang sangat berkualitas, yaitu Bu Marie Elka Pangestu selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia serta Prof. John Howkins yang merupakan “Bapak” dari Ekonomi Kreatif dunia, serta di moderatori oleh Dalton Tanaka. Dalam diskusi berlangsung sangat interaktif ini,  Prof. John Howkins mengemukakan 3 prinsip dari ekonomi kreatif. Pertama, bahwa semua orang terlahir kreatif dan Kedua tidak ada satu orangpun yang kebebasan dalam kreatifitasnya dapat dibatasi, beliau juga mengemukakan bahwa edukasi menjadi faktor yang less Important dalam pengembangan ekonomi kreatif. Selain itu, Kreatifitas juga membutuhkan lahan untuk berkembang karena kreatifitas adalah kunci dari ekonomi Kreatif.

Bu Marie Elka sendiri memberikan gambaran bagaimana ekonomi kreatif dapat memberikan kontribusi besar dalam perekonomian suatu N. Beliau mengemukakan berbagai contoh, diantaranya Gangnam style-nya Psy yang mampu memberi kontribusi besar dalam Perekonomian Korea ataupun Batik Indonesia. Prof John Howkins juga memberikan gambaran bagaimana industri kreatif di Inggris dapat berkembang dengan pesat. Bu Marie elka juga menambahkan pemerintah daerah juga berperan aktif dalam pengembangan ekonomi kreatif, contohnya Bandung dan Solo yang memberikan tempat bagi para pemuda untuk mengembangakan kreatifitasnya.

Sesi tanya jawa-pun berlangsung dengan interaktif, beberapa pertanyaan dilontarkan oleh para penonton, diantaranya, yang saya ingat adalah pertanyaan mengenai Bagaimana suatu Hak Cipta dapat mengekang kebebasan dalam kreatifitas dan bagaimana cara pemerintah dapat membantu sektor ekonomi kreatif di Indonesia, Namun, semua pertanyaan dapat dijawab dengan interaktif oleh bu Marie maupun oleh Prof. John Howkins.

Secara keseluruhan acara ini berlangsung sangat baik, namun beberapa kendala muncul saat dialog dimulai seperti mati listrik ataupun sound yang sangat berdengung yang menurut saya cukup mengganggu. Walaupun begitu, dikarenakan moderator sangat interaktif dan mampu membawa suasana and yet Funny, Kendala kendala tersebut menjadi minor (untuk saya) dan saya dapat menikmati dialog ini. Dan ketika acara ini selesai, saya banyak mendapat ilmu yang berharga dan pengalaman yang menyenangkan dari acara ini. Well, kapan lagi dapat bertemu menteri dan peraih nobel secara langsung ?😀

panglaykim3

Photo Credit by : Atikah Fathinah

nb: dalam kesempatan diPPKI kami juga bertemu dengan Google Car !  what a nice opportunity been on there 😀

4 thoughts on “PPKI & Panglaykim Memorial Dialogue 2012

  1. Pemaparan yang menarik aklan.
    cuma ingin mengomentari bagian kalimat ini: ” beliau juga mengemukakan bahwa edukasi menjadi faktor yang less Important dalam pengembangan ekonomi kreatif”.
    Dari kalimat itu, saya menangkap maksudnya bahwa pendidikan kurang penting dalam pengembangan ekonomi kreatif.
    saya menemukan pernyataan itu berbeda dengan pemaparan John Hawkins di salah satu wawancaranya tentang creative economy di Youtube.(link: http://www.youtube.com/watch?v=n18OSRW9OXU).
    Di wawancara tersebut pewawancara mengajukan pertanyaan,”how to nurture once creativity when you grow up?”. lalu, Hawkins menjawab bahwa itu bisa dimulai ketika sekolah. dia menjelaskan pentingnya seorang guru untuk mendorong murid bertanya. Hawkins menjelaskan juga bahwa sebagian sistem pendidikan tidak mendukung orang untuk jadi creatif, dia mengatakan “well some education systems, they dont like children being creative…, they say, listen to what i am saying, repeat it back to me. if you memorize it correctly and you repeat it to me accurately, you pass the exam and go on the next level”. lalu, Hawkins mengatakan bahwa “that’s not the way to go”. Bukan sistem pendidikan yang seperti itu yang dibutuhkan untuk mendukung kreativitas.
    dari percakapan itu saya memahaminya bahwa sistem pendidikan juga sangat mendukung orang untuk menjadi kreatif dan kreativitas itu adalah modal yang sangat penting mengembangkan industri kreatif dan berati sistem pendidikan juga faktor yang penting dalam pengembangan industri kreatif.

  2. Riyan hidayat says:

    Pemaparan yang menarik aklan.
    cuma ingin mengomentari bagian kalimat ini: ” beliau juga mengemukakan bahwa edukasi menjadi faktor yang less Important dalam pengembangan ekonomi kreatif”.
    Dari kalimat itu, saya menangkap maksudnya bahwa pendidikan kurang penting dalam pengembangan ekonomi kreatif.
    saya menemukan pernyataan itu berbeda dengan pemaparan John Hawkins di salah satu wawancaranya tentang creative economy di Youtube.(link: http://www.youtube.com/watch?v=n18OSRW9OXU).
    Di wawancara tersebut pewawancara mengajukan pertanyaan,”how to nurture once creativity when you grow up?”. lalu, Hawkins menjawab bahwa itu bisa dimulai ketika sekolah. dia menjelaskan pentingnya seorang guru untuk mendorong murid bertanya. Hawkins menjelaskan juga bahwa sebagian sistem pendidikan tidak mendukung orang untuk jadi creatif, dia mengatakan “well some education systems, they dont like children being creative…, they say, listen to what i am saying, repeat it back to me. if you memorize it correctly and you repeat it to me accurately, you pass the exam and go on the next level”. lalu, Hawkins mengatakan bahwa “that’s not the way to go”. Bukan sistem pendidikan yang seperti itu yang dibutuhkan untuk mendukung kreativitas.
    dari percakapan itu saya memahaminya bahwa sistem pendidikan juga sangat mendukung orang untuk menjadi kreatif dan kreativitas itu adalah modal yang sangat penting mengembangkan industri kreatif dan berati sistem pendidikan juga faktor yang penting dalam pengembangan industri kreatif.

  3. Akhuda says:

    Terimakasih Rian atas komentarnya dan tambahanny , ada hal yang saya ingat saat prof John Hawkins menjabarkan pernyataannya tentang pendidikan ini, beliau mengatakan bahwa Pendidikan memang penting, tapi yang terpenting adalah kebebasan dalam mengembangkan kreatifitas tersebut, karena seperti yang beliau katakan “Creativity is a Freedom”, namun mungkin disini saya ingin merivisi bahwa faktor pendidikan itu kurang penting maksudnya, bila dibandingkan dengan kebebasan itu sendiri. Beliau juga menyatakan hal yang sama persis seperti wawancara yang anda kutip tadi, namun dalam wawancara tersebut dia katakan bahwa belum ada sistem pendidikan yang mampu mendukung kreatifitas, sehingga sampai saat ini pendidikan merupakan unsur yang “less significant” dalam pengembangan karakter dalam ekonomi kreatif.

  4. Riyan hidayat says:

    ooh i got his point, berarti maksud dia bilang pendidikan itu less important karena toh sampai sekarang belum ada sistem pendidikan yang mampu mendukung kreatifitas. jadi lebih baik mengupayakan untuk menjaga kebebasan dalam mengembangkan kreatifitas, daripada terlebih dahulu mengusahakan sistem pendidikan yang mendukung kreatifitas. toh juga percuma jika ada sistem pendidikan yang mendukung kreatifitas tetapi pada akhirnya tidak ada kebebasan untuk berkreatifitas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: