Panglaykim Memorial Lecture 2012

Nama : Gadis Mahkota Negara

NPM : 1006771352

Panglaykim Memorial Lecture 2012 Presents: Unleashing Creative Power of Indonesia for Better Future adalah Dialog interaktif yang merupakan rangkaian dari Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2012. Pada tanggal 23 November 2012 saya berkesempatan untuk berkunjung acara ini yang berlangsung  pada pukul 14.00 hingga 16.00 WIB di Studio 2 XXI Epicentrum Walk, Kuningan Jakarta.

Dialog ini menghadirkan Ibu Mari Elka Pangestu yang sejak Oktober 2011 yang lalu mengemban tugas utama memimpin secara langsung pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan John Howkins, pakar ekonomi kreatif dari Inggris. Istilah “Creative Economy” inilah yang pertama kali diperkenalkan oleh John Howkins. John Howkins adalah tokoh terkemuka global dalam pengembangan ekonomi kreatif. Creative Economy adalah analisis komprehensif mengenai ekonomi baru berdasarkan creative people, creative industry dan creative city.  Dalam dialog ini John Howkins menyampaikan bahwa ekonomi kreatif tidak memerlukan modal besar. Banyak perusahaan yang menggunakan sarana sosial media untuk mempromosikan jasa dan produknya, misalkan lewat facebook.

Hal terpenting perkembangan ekonomi kreatif adalah memahami proses value chain. Dengan memahami value chain, suatu ide kreatif bisa disampaikan ke calon investor. Bila ide tersebut akan direalisasikan tidak bisa langsung dijual ke pasar, tapi harus difasilitasi oleh pihak lain yang akan akan membantu mengenalkan dan memasarkan produk kreatif tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Bu Mari juga memberi contoh bahwa ekonomi kreatif berkembang diberbagai industri, contohnya adalah Kpop. Ekonomi kreatif juga sangat berperan dalam perkembangan perekonomian negara. Indonesia mempunyai industri kreatif yang beragam salah satunya adalah Batik. Dengan kreatifitas anak bangsa maka ekonomi kreatif akan terus berinovasi dan memberikan konstribusi yang signifikan terhadap negara. Acara memberikan pemahaman tentang pentingnya ekonomi kreatif untuk kemajuan Indonesia, serta optimisme Indonesia dalam mengembangkan industri kreatifnya dimasa depan.

 

 

http://www.indonesiakreatif.net/index.php/id/news/read/ppki-2012-siaran-pers-creative-dialog-interaktif

http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2012/11/23/2/115041/Ekonomi-Kreatif-Tak-Perlu-Modal-Besar

2 thoughts on “Panglaykim Memorial Lecture 2012

  1. asfiyape says:

    Hei Gadis, mau numpang nanya nih, kebetulan saya berhalangan hadir dalam acara dialog lalu..🙂
    Hmm..me-repost pertanyaan saya di tulisan (postingan lain) yang sejenis tentang review acara tersebut, yaitu ada yang sedikit mengganjal di kepala saya, terutama masalah akses yang disediakan Pemerintah Indonesia untuk mendukung kegiatan Ekonomi Kreatif. Misalnya masalah Masyarakat tentunya akan sangat mengharapkan bantuan atau insentif dari Pemerintah, dalam yang berbentuk finansial maupun non-finansial. Sebuah “Ruang Kreatif”, “Pusat Kreatif”, “Sentra Kreatif”, “Kawasan Kreatif”, “Desa Kreatif” atau “Kabupaten/Kotamadya Kreatif” dsb. harus menjadi lebih istimewa bandingkan dengan yang sifatnya “non-kreatif”. Jika tidak, maka lembaga-lembaga kreatif tersebut akan kehilangan momentumnya untuk tumbuh dan berkembang serta menjadi bukti keberhasilan pembangunan Ekonomi Kreatif di Indonesia. Ini berarti pula bahwa Pemerintah harus sudah mempersiapkan infrastruktur penyediaan insentif dalam bentuk apapun yang diperlukan atau “dijanjikan” secara efektif dan efisien.
    Nah, adakah yang tahu kondisi riil dan implementasi nyata dari peran Pemerintah saat ini untuk mendorongnya?

    rujukan: KONSEP “INDONESIA KREATIF”: TINJAUAN AWAL MENGENAI PELUANG DAN TANTANGANNYA BAGI PEMBANGUNAN INDONESIA -Basuki Antariksa

    Asfiya.P

  2. gadismahkota says:

    Halo aspe, Untuk mengembangkan ekonomi kreatif ini diyakini bahwa kolaborasi antara berbagai aktor yang berperan dalam industri kreatif yaitu Cendekiawan (Intellectuals), Bisnis (Business) dan Pemerintah (Government) menjadi mutlak dan merupakan prasyarat mendasar. Tanpa kolaborasi antara elemen I-B-G ini, maka dikhawatirkan bahwa pengembangan ekonomi kreatif tidak berjalan selaras, efisien dan saling tumpang-tindih. Sampai saat ini pemerintah Indonesia sudah melakukan banyak kegiatan untuk menumbuhkan iklim inisiatif dalam perkembangan industri kreatif antara lain pada tahun 2006, Departemen Perdagangan Republik Indonesia memprakarsai peluncuran program Indonesia Design Power yang beranggotakan Departemen Perdagangan RI, Departemen Perindustrian RI, Kementerian Koperasi dan UKM serta Kamar Dagang Indonesia (KADIN), Dibuat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian dan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 Tentang Desain Industri dalam Perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual. Selain itu diadakan banyak pameran budaya dalam memperkenalkan kreatifitas dari anak bangsa dan yang paling nyata dilakukan adalah dengan memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada insan yang memprakarsai perkembangan ekonomi kreatif tersebut. Dengan dukungan penuh dari pemerintah maka Ruang Kreatif dapat dicapai oleh masyarakat 

    untuk lebih lanjut bisa dilihat di sini :
    http://www.indonesiakreatif.net/cms/wp-content/uploads/2009/10/Buku-2-Rencana-Pengembangan-Ekonomi-Kreatif-Indonesia-2009-2015.pdf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: