PANGLAYKIM MEMORIAL DIALOGUE 2012 – PPKI 2012

Oleh Raisha Nurul Zahra (1006771434)

 

Pada hari Jumat 23 November 2012 lalu, saya berkesempatan menghadiri salah satu acara tahunan yang sangat menarik dan bermanfaat. Acara tahunan tersebut ialah Panglaykim Memorial Dialogue, yang pada tahun 2012 ini merupakan bagian dari rangkaian Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2012. Dialog ini menghadirkan Professor John Howkins dan Dr. Mari Elka Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, dengan tema “Unleashing Indonesia Creative Power for Better Future”. Acara ini diselenggarakan oleh Panglaykim Foundation and Centre for Strategic and International Studies (CSIS) pada pukul 13.30 sampai dengan 16.00
di Studio 2, XXI, Epiwalk, Kuningan, Jakarta.

John Howkins secara global diakui sebagai “the father of creative economy”. Beliau telah menerbitkan beberapa buku mengenai ekonomi kreatif termasuk “The Creative Economy: How People Make Money from Ideas” (2001) dan “Creative Ecologies: Where Thinking is A Proper Job” (2009). Buku-bukunya telah banyak digunakan oleh para pembuat kebijakan, pemimpin dan pengusaha sebagai referensi untuk konsep Ekonomi Kreatif. Indonesia merupakan salah satu pengguna buku-buku John Howkins sampai akhirnya didirikanlah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI . Salah satu isu utama yang seringkali dibahas oleh John Howkins adalah pentingnya perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dalam pengembangan ekonomi kreatif.

John Howkins, dalam bukunya dan juga dalam dialog, mengatakan bahwa  terdapat tiga prinsip dalam ekonomi kreatif. Prinsip pertama ialah bahwa semua orang terlahir dengan kreativitas, tergantung pada bagaimana mereka menginterpretasikan ide dan imajinasinya. Prinsip kedua yaitu bahwa kebebasan diperlukan pada kreativitas, semua orang harus memiliki kebebasan dalam menginterpretasikan serta mengolah ide dan kreativitasnya masing-masing. Prinsip ketiga ialah bahwa kebebasan membutuhkan “market”, dimana ide dan kreativitasnya dapat memiliki nilai. Dalam dialog publik tersebut, Profesor John Howkins mengatakan bahwa menambah nilai dari kreativitas, yang secara alami dimiliki oleh semua orang, akan menjadi kunci untuk mengubah sebuah ide menjadi produk dan jasa yang dapat dijual. Esensi dari hal tersebutlah yang kemudian disebut sebagai ekonomi kreatif. Hal yang menjadi fokus utama ekonomi kreatif adalah bagaimana menambah nilai pada ide kreatif dan  bagaimana memasukkan produk/jasa kreatif tersebut ke pasar. Menambah nilai pada setiap proses disebut juga value chain. Value chain ini dapat berupa penambahan nilai pada proses desain, teknik produksi, distribusi dan strategi pemasaran.

Pada dialog publik tersebut, Bu Mari Elka Pangestu mengatakan bahwa peran pemerintah juga merupakan hal penting dalam mengembangkan industri ekonomi kreatif, terutama melalui fasilitas yang disediakan pemerintah. Sejak tahun 2007, ekonomi kreatif di Indonesia telah mengalami kemajuan yang signifikan, dengan perkembangan inovatif pada produk budaya dan tradisional Indonesia, seperti batik dan cerita rakyat. Saat ini terdapat 15 subsektor di dalam Sektor Ekonomi Kreatif, diantaranya ialah: kuliner, riset & pengembangan, TV & radio, teknologi informasi, penerbitan & percetakan, seni pertunjukkan, musik, permainan interaktif, film video & fotografi, fesyen, desain, kerajinan, pasar barang seni, arsitektur, dan periklanan. Jumlah usaha di Sektor Ekonomi Kreatif tahun 2010 mencapai 5,3 juta. Sektor ini merupakan sektor ke-7 terpenting dari 10 sektor ekonomi nasional dengan kontribusinya terhadap PDB tahun 2011 sebesar 7,08 %. PDB Sektor Ekonomi Kreatif tumbuh 4,91 % di tahun 2011. Kontribusi PDB terbesar dihasilkan oleh Subsektor Kuliner, Fesyen, dan Kerajinan. Subsektor yang potensial ialah Periklanan, Arsitektur, dan Teknologi Informasi.

Melihat pentingnya peran ekonomi kreatif di Indonesia, maka merupakan keputusan yang tepat untuk mendirikan lembaga khusus, seperti Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yang mengatur dan dapat mengembangkan Sektor Ekonomi Kreatif di Indonesia.

IMG01881-20130106-1015

Gambar diatas merupakan Booklet yang saya dapatkan dari acara ini. Booklet ini juga menjadi referensi dalam tulisan saya diatas.

One thought on “PANGLAYKIM MEMORIAL DIALOGUE 2012 – PPKI 2012

  1. asfiyape says:

    Saya agak menyesal berhalangan dan tidak dapat hadir dalam kesempatan ‘kuliah tambahan’ PANGLAYKIM MEMORIAL DIALOGU, November lalu. Tapi dari uraian teman-teman mengenai isi dan pembelajaran dalam dialog terbuka tersebut saya masih dapat sebagian dari esensi tujuan pertemuan tersebut.
    Tapi, sejujurnya masih ada yang sedikit mengganjal di kepala saya, terutama masalah akses yang disediakan Pemerintah Indonesia untuk mendukung kegiatan Ekonomi Kreatif. Misalnya masalah Masyarakat tentunya akan sangat mengharapkan bantuan atau insentif dari Pemerintah, dalam yang berbentuk finansial maupun non-finansial. Sebuah “Ruang Kreatif”, “Pusat Kreatif”, “Sentra Kreatif”, “Kawasan Kreatif”, “Desa Kreatif” atau “Kabupaten/Kotamadya Kreatif” dsb. harus menjadi lebih istimewa bandingkan dengan yang sifatnya “non-kreatif”. Jika tidak, maka lembaga-lembaga kreatif tersebut akan kehilangan momentumnya untuk tumbuh dan berkembang serta menjadi bukti keberhasilan pembangunan Ekonomi Kreatif di Indonesia. Ini berarti pula bahwa Pemerintah harus sudah mempersiapkan infrastruktur penyediaan insentif dalam bentuk apapun yang diperlukan atau “dijanjikan” secara efektif dan efisien.
    Nah, adakah yang tahu kondisi riil dan implementasi nyata dari peran Pemerintah saat ini untuk mendorongnya?

    rujukan: KONSEP “INDONESIA KREATIF”: TINJAUAN AWAL MENGENAI PELUANG DAN TANTANGANNYA BAGI PEMBANGUNAN INDONESIA -Basuki Antariksa

    Asfiya.P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: