CMSA – Indonesia terhadap Market USA 2005 -2010

Aklan Huda Wijaya – 1006689763

Amerika Serikat adalah salah satu negara yang memiliki market  terbesar di dunia baik dari barang maupun jasa. Berdasarkan data dari UN comtrade, nilai perdagangan antar negara yang didapatkan Amerika serikat pada tahun 2010 hampir mencapai 4,4 trilliun USD dan tercatat bahwa amerika serikat menduduki peringkat pertama dalam negara dengan pendapatan tertinggi dalam perdagangan internasional. Sementara Indonesia, walaupun dikatagorikan negara berkembang, ternyata pada tahun 2011 mampu menduduki peringkat 26 dengan dari total negara pengekspor di dunia dengan total export 201 miliar USD dan juga menduduki peringkat 28 dalam negara pengimpor di dunia.

Capture-CMSA

Berdasarkan Data Trademap, pada tahun 2011 import Indonesia ke Amerika serikat mencapai 14 miliar USD, dan menunjukkan trend yang meningkat dari tahun 2005 yang hanya mencapai 9,8 miliar USD. Berdasarkan sisi Produk, menurut analisa CMSA*, diketahui bahwa dari segi pertumbuhan Import,  Pertumbuhan tertinggi terlihat dari barang yang berupa pakaian, dan asesoris sebelum di jahit (HS 62), lalu pakaian dan asesoris  yang telah jadi (dijahit) (HS 61) lalu komoditas karet, perlengkapan elektronik dan furniture di urutan ke 5. Hal ini menjadi indikasi adanya kenaikan permintaan di USA atas komoditas tersebut terhadap pasar Indonesia. Dan dari analisa ini terlihat bahwa efek pertumbuhan import didominasi oleh komoditas sandang seperti pakaian dan asesoris.Capture_CMSA

Berdasarkan efek komposisi, yang menggambarkan ekspor suatu negara pada komoditas tertentu meningkat atau menurun karena komposisi komoditas pada negara tersebut, didapatkan bahwa Indonesia berspesialisasi dan mempunyai komposisi yang baik pada komoditas karet, perlengkapan elektronik, kopi, teh maupun rempah rempah, serta produk dari hewan dan tumbuhan terhadap Pasar amerika Serikat. Komposisi ini juga memperlihatkan bahwa indonesia masih berspesialisasi pada Primary Product.

Capture__CMSA

Sama halnya dengan efek pertumbuhan Import, untuk efek daya saing yang dilihat dari sisi penawaran, Komoditas Indonesia yang memiliki daya saing tertinggi adalah pakaian dan aksesoris ( telah dijahit dan direnda), lalu diikuti komoditas karet, lalu minyak bumi ( Mineral Fuel), lalu pakaian dan aksesoris non jahit serta komoditas kertas. Hal ini mengindikasikan bahwa komoditas Indonesia yang memiliki daya saing tinggi dan tingkat penetrasi yang tinggi terhadap komoditas di Amerika Serikat adalah komoditas – komoditas primer.

Kesimpulannya, Indonesia masih sangat tergantung dengan komoditas barang primer terhadap pasar di Amerika Serikat dan terlihat bahwa Komoditas sandang mendominasi export negara indonesia terhadap amerika serikat,

*CMSA ( Constant Market Share Analysis)  adalah sebuah Alat dalam perdagangan antar negara yang digunakan untuk menganalisa efek-efek yang terjadi dalam perdagangan. Yaitu efek pertumbuhan import, efek komposisi dan efek kompetitif yang ketiganya digambarkan dari fungsi dibawah ini

rUMUS

Sumber : Trademap.org & UNComtrade

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: