CMSA Ekspor Indonesia ke China Tahun 2000 dan 2005

Oleh : Gadis Mahkota Negara

NPM : 1006771352

CMSA merupakan dekomposisi sumber-sumber pertumbuhan ekspor suatu negara menjadi: (i) efek pasar, yang mengukur apakah spesialisasi ekspor Indonesia terhadap tujuan pasarnya mengarah kepada peningkatan dari permintaan global (ii) efek komoditas, yang mengukur apakah spesialisasi relatif dari ekspor Indonesia mengarah kepada peningkatan permintaan global untuk komoditas tertentu (iii) efek daya saing. Constant Market Share Analysis (CMSA) membandingkan pertumbuhan ekspor suatu negara dengan standar pertumbuhan tertentu (rata-rata global), dan juga merefleksikan komposisi dari pertumbuhan impor (efek pasar), pertumbuhan dari impor komoditas, dan daya saing. Sisi permintaan dari variabel yang diukur dibagi menjadi efek kontribusi makro (pertumbuhan impor dalam pasar) dan efek kontribusi mikro (efek komposisi dari komoditas), dimana sisi penawaran menerangkan efek daya saingnya. CMSA dihitung dengan menggunakan rumus :

Untitled

ProductCode ProductDescription Import Growth Composition Effect competitiveness effect Total Effect
24 Tobacco and manufactured tobacco su 212800647,3 -211363442 2759943688 2761380893
13 Lac; gums, resins & other vegetable 471392944,5 -468355744,5 666407854 669445054
44 Wood and articles of wood; wood  ch 19309519,02 -19229634,44 380258794,4 380338679
42 Articles of leather; saddlery/harne 2526963,521 -2455825,437 279071886,9 279143025
38 Miscellaneous chemical products. 13012763949 -1273618813 101722962,3 240868099

Sumber : wits.worldbank.org, diolah , diolah.

Dari data diatas yaitu perhitungan CMSA Indonesia ke China Diperoleh 5 produk dengan pertumbuhan ekspor tertinggi yaitu : Tobbaco and manufactured tobacco, Lac ; gums, resins & other vegetable, wood and articles of wood, article of leather, miscellaneous chemical products. Dari segi import growth dan competitiveness effect menunjukan hasil positif artinya ekspor Indonesia ke China pada komoditas tersebut meningkat karena permintaan pada pasar tujuan terhadap komoditas itu tersebut juga meningkat dan adanya peningkatan ekspor yang disebabkan kemampuan penetrasi dari produk – produk tersebut. Hal ini mengindikasikan produk – produk yang diekpor dari Indonesia bisa bersaing dengan produk di China. Market share paling tinggi terdapat pada Tobacco and manufactured tobacco. Pertumbuhan ekspor Indonesia disebabkan oleh kemampuan daya saing pada pasar dunia dan penyerapan dari pasar – pasar yang berkembang pesat. Pada Composition effect nilai yang dihasilkan adalah negatif artinya ekspor Indonesia ke China pada komoditas tersebut menurun karena komposisi komoditas yang belum terlalu baik pada negara tersebut. Oleh karena itu,strategi penting yang harus dilakukan Indonesia adalah memulai ekspor produk-produk lain yang mempunyai tujuan pasar dengan permintaan yang meningkat.

References :

wits.worldbank.org

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: