Analisis Indeks RCA Malaysia Ke Jepang di 2010

Indeks RCA Malaysia ke Jepang di 2010Grafik di atas ini adalah grafik indeks RCA (Revealed Comparative Advantage) dari 10 komoditas unggulan Malaysia yang diekspor ke Pasar Jepang di tahun 2010. 10 komoditas unggulan ini diranking dari nilai total ekspor masing-masing komoditas dari Malaysia ke Jepang, dengan menggunakan klasifikasi komoditi HS-2. Dari grafik terlihat bahwa dari 10 komoditas unggulan ini pun, belum ada satu pun komoditas ekpor Malaysia yang dapat dikatakan memiliki kemampuan ‘revealed’ di pasar Jepang. Syarat suatu komoditas ekspor memiliki kemampuan ‘revealed’ adalah saat nilai indeks RCA-nya lebih besar dari 1 (Indeks RCA>1). Berdasarkan data dan perhitungan yang dilampirkan penulis, maka keunggulan komoditas ekspor Malaysia bila dibandingkan dengan 5 tahun sebelumnya mengalami penurunan. Dimana pada tahun 2005, beberapa komoditas ekspor Malaysia ke Pasar Jepang masih memiliki kemampuan ‘revealed’.

Terlihat bahwa, nilai indeks RCA tertinggi dari 10 komoditas ekspor Malaysia ke Jepang, didominasi oleh produk yang masih cukup rendah nilai tambahnya. Kecendrungan komoditas ini adalah barang primer, seperti minyak, kayu, dan perangkat-perangkat listrik sederhana. Malaysia dikatakan discomparative advantage terhadap pasar Jepang di tahun 2010. Hal ini bisa terjadi karena Malaysia selama ini masih terus mengekspor barang yang nilai tambahnya rendah, pola ini juga terjadi akibat Jepang pada dasarnya adalah negara maju yang memiliki teknologi tinggi sehingga Jepang hanya mengimpor barang yang nilai tambahnya rendah atau Jepang sebenarnya hanya mengimpor bahan baku. Ekpor produk yang bernilai tambah rendah sangat mudah tersaingi di pasar international saat ini, akibat munculnya Cina sebagai eksportir unggul hampir untuk semua jenis barang, mulai dari produk bernilai tambah rendah hingga produk bernilai tambah tinggi. Kemungkinan besar terjadi persaingan terhadap komoditas ekspor Malaysia dikalahkan oleh Cina di tahun 2010, terutama untuk produk jenis plastik, kayu dan serat. Cina sangat unggul dalam hal ini, industri di Cina dapat lebih murah memproduksi ketiga komoditas tersebut. Selanjutnya untuk produk-produk sumber daya alam seperti tembakau, bunga, sayuran dan lainnya, sangat mungkin produk Malaysia tersaingi oleh produk dari negara berkembang lainnya seperti Indonesia, Vietnam, dan Filipina. Kedepannya jika Malaysia tidak semakin menspesifikasikan kemampuannya dalam ekpor suatu komoditas maka akan sangat membahayakan ekspor negara tersebut, mengingat Cina sudah sangat menguasai dunia, serta negara berkembang lainnya seakan sedang ‘terbangun dari tidurnya’. Intinya dari nilai/kuantitas ekspor suatu negara yang besar ke negara lainnya belum lah tentu menunjukkan kemampuan atau  comparative ekspor negara tersebut besar, kita perlu menghitung nilai indeks RCAnya.

Referensi

http://cirad-upr40-economics.webege.com/RePEc/epf/wpaper/wpdt40406.pdf

http://www.imf.org/external/np/pp/eng/2011/061511.pdf

http://www.dfat.gov.au/publications/chinas_rise/summary.html

http://www.trademap.org/

*Lampiran

Rumus untuk menghitung RCA adalah sebagai berikut:

Xij/Xit 

Xiw/Xw

Keterangan:

Xij : nilai ekspor komoditas i dari negara j ke pasar terkait

Xit : total nilai ekspor dari negara j ke pasar terkait

Xiw nilai ekspor dunia komoditas i ke pasar terkait

Xwt : total nilai ekspor dunia ke pasar terkait

Tagged ,

4 thoughts on “Analisis Indeks RCA Malaysia Ke Jepang di 2010

  1. hiralaraya says:

    halo anna! kebetulan dapet tugas yang sama tapi di tahun 2005.
    agak kaget sama hasil analisis RCA di tahun 2010 yang menunjukkan tidak ada satu komoditas pun yang memiliki nilai RCA lebih dari satu. Padahal, dari perhitungan RCA Malaysia di pasar Jepang tahun 2005 menunjukkan bahwa ada 16 komoditas yang memiliki nilai RCA lebih dari satu. Lebih jauh, sepuluh besar RCA tertinggi antara 2005 dan 2010 juga banyak yang berasal dari klasifikasi yang berbeda.
    Jadi penasaran ya hanya dalam kurun waktu 5 tahun bisa ditemukan banyak perubahan dan perbedaan seperti ini…

  2. nah ini nih sejujurnya gw juga shock kok bisaaa….ada dua kemungkinan hiraaa, 1. kita bisa saja ada perbedaan hitung, tapi gw udah menyakinkan seyakin-yakinnya..hitungan gw bener..hhihihihi.

    ke duaaaaa, emang dasar aja sih RCA si Malaysia terhadap Jepang turun :))

  3. hiralaraya says:

    yah na semoga bukan yang ke satu yaaa
    tapi seperti yang lo tulis di kalimat terakhir paragraf satu “Dimana pada tahun 2005, beberapa komoditas ekspor Malaysia ke Pasar Jepang masih memiliki kemampuan ‘revealed’” hehehe

  4. hai anna, pernyataan terakhirnya sama dengan kesimpulan yang gw dapat ana,,, tolak pikirnya aja yang beda, ternyata memang benar RCA itu adalah pembandingan secara kulitatif bukan kuantitatif,,,, #tak selamanya yang berkuantitas besar itu berkualitas..
    Tapi pertanyaannya aadalah untuk konteks ekpor kita mentingan kuantitasnya apa kualitasny ya….??
    kalo gw sih lebih milih kuantitas, tapi alangakah baiknya jugkuantitas ama kualitas ya… selain punya sumbangsih kita juga jadi leadernya….🙂

    azizon 1006771314

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: