Panglaykim Memorial Dialog 2012: Unleasing Indonesia Creative Power for Better Future

Atikah Fathinah
1006689795

Bagi saya, hal pertama yang terlintas ketika berbicara tentang ekonomi kreatif adalah musik dan film, yaitu komoditas yang dengan menggunakan kreativitas pembuatnya untuk meningkatkan value added. Namun setelah mengikuti Panglaykim Memorial Dialog pada Pekan Produk Kreatif, saya mengetahui bahwa ternyata ekonomi kreatif meliputi 15 subsektor yang terdiri dari fesyen, kuliner, kerajinan, penerbitan dan percetakan, desain, TV&radio, seni pertunjukan, teknologi informasi, film, video fotografi, musik, arsitektur, R&D, permainan interaktif, periklanan, dan pasar barang seni. Kuliner, fesyen, dan kerajinan merupakan subsektor terbesar penghasil kontribusi bagi GDP. Selain itu, periklanan, arsitektur, dan teknologi informasi merupakan subsektor yang cukup menjanjikan dengan pertumbuhan revenue lebih dari pertumbuhan GDP nasional.

Panglaykim Memorial Dialog menghadirkan pembicara Prof. John Hawkins, seorang ahli ekonomi kreatif dan Ibu Mari Elka Pangestu dengan moderator Mr. Dalton Tanonaka dari Metro TV. Prof. Hawkins menjelaskan bahwa aspek kreatif itu memiliki 3 prinsip, yang pertama adalah semua orang memiliki kreativitas masing-masing dan setiap orang terlahir dengan imajinasi dan passion untuk mewujudkan imajinasinya. Yang kedua adalah kreativitas membutuhkan kebebasan. Manusia membutuhkan kebebasan untuk bisa mengatur dirinya dalam mewujudkan imajinasinya. Prof Howkins bahkan menjelaskan bahwa kebebasan termasuk kebebasan untuk meminjam, mengkopi, kebebasan untuk gagal dan untuk menang. Prinsip terakhir adalah kebebasan membutuhkan pasar untuk “menjual” hasil kreativitasnya dan melakukan transaksi, nah itu kemudian yang disebut dengan ekonomi kreatif dengan 15 subsesktornya.

Ibu Mari menjelaskan bahwa Indonesia sudah sadar akan potensi ekonomi kreatif yang dimiliki bangsai ini, apalagi Indonesia memiliki ragam budaya yang bersumber dari banyaknya suku dan etnis yang ada di Indonesia. Bu Mari juga memiliki definisi ekonomi kreatif sendiri, yaitu suatu jenis kegiatan ekonomi yang tidak perlu mengubah atau meningkatkan teknologi yang ada untuk meningkatkan value added dari suatu barang atau komoditi. Beliau mencontohkan iPod yang tercipta melalui kreativitas Steve Jobs. iPod tidak memuat teknologi baru, namun hanya menggabungkan teknologi mp3, pemutar video, dan radio. Definisi tersebut tentunya juga berlaku kepada 15 subsektor komponen ekonomi kreatif. Indonesia sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa dan sangat memungkinkan untuk mengembangkan industri musik dan film hingga selevel Bollywood, bahkan Hollywood. Atas dasar untuk mengakselerasi perkembangan industri ekonomi kreatif di Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendirikan kementerian baru, yaitu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada tahun 2011.

Panglaykim Memorial Dialog memang sangat tepat untuk mengangkat tema ekonomi kreatif menimbang ekonomi kreatif berkontribusi sebesar 7,08% terhadap GDP Indonesia dan menyerap 10,5% dari total tenaga kerja di Indonesia. Diharapkan dengan semakin intensnya diadakan seminar atau dialog tentang ekonomi kreatif, ditambah dengan dukungan penuh dari pemerintah untuk terus mendorong dan memfasilitasi perkembangan industri ekonomi kreatif, kelak Indonesia akan memiliki industri ekonomi unggul kelas dunia seperti industri film Bollywood dan Hollywood.

Notes:
Ada beberapa moment yang sempat saya abadikan sebagai foto, namun selalu gagal untuk diupload di blog. Foto-fotonya menyusul yaa, teman-teman…

One thought on “Panglaykim Memorial Dialog 2012: Unleasing Indonesia Creative Power for Better Future

  1. mutiaraddini says:

    Faktanya, Indonesia memang secara resource dan endowment sudah cukup kuat dalam menumbuhkan ekonomi kreatif dengan segala macam kesenian dan budaya. Menurut saya tinggal bagaimana manajemen dan promosi mengenai hal ini itu bisa tersampaikan dengan baik. Adakah saran bagaimana mencapai industri ekonomi kreatif yang unggul di Indonesia?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: