CMSA Indonesia to USA 2000-2005

Oleh: Muhammad Imam Fatwah, 1006771415

Sumber: UN Comtrade, diolah

Sumber: UN Comtrade, diolah

Constant Market Share Analysis (CMSA) adalah teknik untuk mengurai sumber pertumbuhan ekspor suatu komoditi di suatu negara tersebut ke dalam tiga hal, yaitu efek pertumbuhan impor, efek komposisi, dan efek daya saing. Dari perhitungan diatas, produk pakaian jadi merupakan komoditi yang mengalami perubahan ekspor terbesar dari Indonesia ke Amerika Serikat. Yang kemudian diikuti komoditi karet, perlengkapan dan bagian mesin, serta plastik.

CMSA(1)

Jika dilihat dari ketiga efek yang diteliti, 5 komoditi teratas memiliki efek pertumbuhan impor yang seluruhnya positif. Namun untuk 2 efek lainnya, hanya 2 komoditi yang memiliki efek komposisi dan efek daya saing yang positif. Hal ini berarti masih sedikit komoditi ekspor Indonesia yang sudah terspesialisasi dan atau memiliki daya saing yang unggul dibanding komoditi Amerika.

Komoditi yang menempati peringkat pertama dan kedua adalah produk pakaian jadi yang memiliki pertumbuhan ekspor sekitar 275 juta dollar AS, dan 268 juta dollar AS. Kedua komoditi ini ditopang oleh efek pertumbuhan impor dan efek daya saing yang tinggi, namun efek komposisi yang rendah. Hal ini berarti peningkatan ekspor pakaian jadi Indonesia ke USA disebabkan peningkatan pasar di AS, dan daya saing produk Indonesia yang lebih baik, namun masih memiliki differensiasi produk yang belum baik. Pertumbuhan ekspor pakaian jadi juga didorong oleh banyak pabrik pakaian jadi multinasional yang ada di Indonesia, seperti Nike, Adidas, dll. yang tentunya menyumbang ke pasar AS dalam jumlah yang signifikan. Sehingga perlu dicermati bahwa pertumbuhan ekspor pakaian jadi belum tentu kualitas pakaian jadi dengan brand lokal sudah mulai diterima di AS karena adanya fakta bahwa banyaknya pabrik pakaian jadi multinasional yang ada di Indonesia.

Untuk komoditi karet (HS 40) dan plastik (HS 39), berada pada ranking 3 dan 5 serta memiliki karakteristik yang sama, yaitu pertumbuhan ekspor selain dipacu oleh efek pertumbuhan impor, juga dipacu oleh efek komposisi yang positif. Hal ini menunjukan bahwa komoditi karet dan plastik dari Indonesia sudah terspesialisasi dibanding komoditi karet dan plastik dari negara lain sehingga lebih dipilih oleh masyarakat AS. Data hasil perhitungan ini sesuai dengan fakta bahwa komoditi karet dan plastik sudah bertahun-tahun menjadi komoditi unggulan ekspor Indonesia sehingga produksi karet dan plastik Indonesia sudah dikenal dan terspesialisasi di pasar dunia. Sayangnya komoditi karet dan plastik belum memiliki daya saing yang baik walaupun sudah terspesialisasi. Terakhir adalah komoditi electrical machinery equipment and parts dengan nomor HS 85 yang ternyata peningkatan ekspornya semata-mata disebabkan oleh efek pertumbuhan impor. Efek komposisi dan daya saing yang negatif menunjukan bahwa komponen peralatan mesin elektronik masih belum terspeasialisasi dan memiliki daya saing yang unggul. Perhitungan diatas sejalan dengan fakta bahwa Indonesia belum unggul di dalam industri menengah atau industri yang menggunakan skilled labor, sedangkan untuk membuat komponen mesin yang terspesialisasi dan memiliki daya saing dibutuhkan industri skilled labor yang kompetitif dan efisien. Kesimpulan dari perhitungan CMSA Indonesia ke USA adalah ternyata walaupun top 5 komoditi ekspor ke USA mengalami banyak peningkatan, namun masih hanya diakibatkan oleh kenaikan permintaan akan barang tersebut di USA, bukan karena komoditi Indonesia terspesialisasi dan atau memiliki daya saing yang baik.

Referensi:
UN Comtrade, http://comtrade.un.org/, diakses pada 29 Desember 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: