ANALISIS RCA INDONESIA TERHADAP PASAR CHINA TAHUN 2000

OLEH:

RAISHA NURUL ZAHRA (1006771434)

 

Revealed Comparative Advantage (RCA) Indonesia terhadap Pasar China Tahun 2000

Revealed Comparative Advantage (RCA) merupakan salah satu metode praktis untuk menentukan daya saing suatu negara  dan mengukur keunggulan yang dapat diperbandingkan dalam suatu daerah atau kawasan. RCA dihitung dengan cara membandingkan kinerja produk ekspor suatu negara dengan ekspor dunia untuk produk tersebut. Nilai RCA lebih dari satu menyatakan adanya keunggulan komparatif (comparative advantage) pada produk tertentu dari suatu negara. Dengan kata lain, negara tersebut mempunyai spesialisasi dalam perdagangan produk tersebut. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Ballasa (1965). RCA diformulasikan sebagai berikut:

RCA

Namun untuk analisis kali ini digunakan data gross import (mirrored imports), sehingga dalam mengukur ekspor Indonesia ke China digunakan data impor di China dari Indonesia, sedangkan untuk ekspor dunia digunakan data impor di China dari Dunia. Ketika indeks RCA bernilai lebih dari 1, berarti negara Indonesia memiliki keunggulan dalam memproduksi barang tersebut untuk China relatif terhadap dunia. Gambar dibawah ini menunjukkan distribusi produk yang memiliki nilai RCA lebih dari satu atau memiliki keunggulan komparatif untuk Indonesia di pasar negara China pada tahun 2000, berdasarkan HS 1996 (tingkat 2 digit).

RCAINA-CHN

Source : wits.worldbank.org, diolah.

Pada tahun 2000, total impor China dari Indonesia senilai 4401954.155 (in 1000 USD) sedangkan total impor China dari Dunia senilai 223370602.61 (in 1000 USD). Impor China dari Indonesia hanya 0.019707 dari impor China dari Dunia. Hal ini memperlihatkan bahwa Indonesia belum bisa menguasai pasar China, produk-produk yang di ekspor juga sebagian besar merupakan produk dengan nilai tambah yang tidak tinggi.

Gambar diatas menunjukkan bahwa pada tahun 2000, produk-produk Indonesia yang memiliki nilai RCA>1 tetap didominasi oleh sektor pertanian dan sektor pertambangan. Pada tahun 2000, Indonesia memiliki 17 produk ekspor ke China yang memiliki comparative advantage. Produk Indonesia dengan daya saing tertinggi di China ialah Cocoa and cocoa preparations sedangkan pada peringkat ke-10 RCA tertinggi adalah Mineral fuels & oils. Empat dari 10 produk tersebut berasal dari sektor pertanian. sedangkan 3 lainnya adalah barang olahan dari kayu dan kertas. Hal ini sejalan dengan ekspor Indonesia saat itu yang di dominasi sektor perhutanan, pertanian, dan perkebunan. Akan tetapi Indonesia seharusnya tidak menggantungkan dirinya pada ekspor dari jenis produk tersebut. Terdapat beberapa resiko yang mungkin harus ditanggung jika Indonesia tetap bergantung pada ekspor produk-produk tersebut.

Referensi :

wits.worldbank.org

bappenas.go.id (Buku “Perdagangan dan Investasi di Indonesia: Sebuah Catatan tentang Daya Saing dan Tantangan Ke Depan)

One thought on “ANALISIS RCA INDONESIA TERHADAP PASAR CHINA TAHUN 2000

  1. mutiaraddini says:

    I happened to made an essay about RCA Indonesia-China in 2005. Then I can’t help but compare that there is a HUGE improvement of vegetable plaiting which in 2000 is 7 highest but in 2005, it become the highest comparative advantage of commodities. What is the possible cause of this huge different? Interesting.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: