Review Video “the battle of the idea”

Defy Oktaviani – 0906490563

Saat pertama kali menonton video ini, saya bingung dan kurang memahami apa sesungguhnya jalan cerita dari film ini. Apalagi durasinya cukup panjang, sekitar 115 menit dan tidak ada subtitle. Namun, saya cukup terbantu saat saya menemukan transkrip film ini (klik link di bawah ini).

The Battle of the Idea

The Agony of Reform

Film ini merupakan film pertama dari trilogy dokumenter ”Commanding Height” yang diangkat dari buku The Commanding Heights: The Battle for the World Economy karya Daniel Yergin dan Joseph Stanislaw. Bagian pertama ini menceritakan mengenai pertarungan ideologi tentang sistem perekonomian. Dua teori yang “bertarung” adalah teori yang dikemukakan oleh J.M Keynes bahwa pemerintah perlu campur tangan dalam perekonomian dan teori von Hayek yang mempercayai sistem pasar dan menyatakan bahwa peran pemerintah justru akan menjadi ancaman bagi kebebasan.

Timeline yang digunakan dalam film ini tidak berurutan, karena itu jikakita tidak memperhatikan jalan cerita dengan baik maka akan menjadi agak membingungkan. Cerita dimulai dari masa pasca Perang Dunia I pada tahun 1920an, saat itu di Eropa terutama Jerman dan Austria keadaan perekonomiannya sedang terpuruk setelah berakhirnya Perang Dunia I. Sementara itu, di Amerika Serikat saat itu terjadi boom perekonomian, warga AS membeli banyak saham dan saham favorit saat itu ialah saham radio. Terjadilah bubble di pasar saham, dan bubble tersebut pecah pada 24 Oktober 1929 (black Thursday). Perekonomian Amerika akhirnya collapse dan terjadilah masa yang kita kenal sebagai the great depression.

Saat itulah disadari bahwa pasar ternyata tidak dapat mengoreksi dirinya sendiri. Pada tahun 1936, Keynes mempublikasikan karyanya General Theory yang berisikan cara untuk menghadapi depresi. Keynes menyarankan bahwa di masa krisis, pengeluaran pemerintah harus ditingkatkan. Sejak saat itu pengaruh pemikiran Keynes mulai meluas dan diadopsi oleh sistem perekonomian di banyak negara. Saat perang dunia II, kebijakan pemerintah AS dibuat berdasarkan Keynesianism, pemerintah meminjam uang dan “memompanya” saat perang. Pembuatan seragam dan senjata militer meningkat, kesempatan kerja bertambah dan depresi berhasil dilalui.

Tahun 1944,  Hayek mempublikasikan buku the Road to Serfdom yang berisisk ritikan tentang pemikiran Keynes. Bagi Hayek, terlalu banyak perencanaan pemerintah akan mengancam kebebasan dan akhirnya akan menuju pada sebuh sistem yang totalitarian. Namun, banyak orang yang lebih mendukung pendapat Keynes.. Pada saat itu terlihat bahwa dalam pertarungan ideologi ini, Hayek berada di pihak yang kalah. Hal ini berlangsung selama sekitar 30 tahun.

Pada tahun 1970an, terjadi staflasi pada perekonomian  Amerika. Pertumbuhan ekonomi berada pada level stagnan sementara tingkat inflasi terus meningkat. Keadaan stagflasi seolah menjadi akhir dari pengaruh pemikiran Keynes. Pengaruh pemikiran Hayek dan ekonom dari Chicago School akhirnya meningkat lagi setelah keadaan ini. Pada tahun 1974, Hayek menerima hadiah Nobel. Sejak saat itu perekonomian Amerika kembali ke sistem pasar, deregulasi dilakukan di berbagai sektor. Sistem ekonomi pasar ini tidak hanya dianut Amerika Serikat tetapi juga membawa pengaruh ke berbagai negara di dunia. Proses perubahan dari sistem perencanaan ke sistem pasar, membawa konsekuensi sendiri bagi tiap negara. Hal yang terjadi pada masa transisi tersebut dapat disaksikan pada film kedua “the Agony of Reform”.

Ternyata setelah membaca transkrip dari film ini, banyak hal baru yang dapat saya pelajari. Sejak dahulu, perekonomian dunia selalu mencari sistem yang tepat. Dan saya rasa pencarian itu masih terjadi sampai saat ini. Menurut saya, tidak ada sistem yang salah atau yang benar. Hanya saja dalam penerapan sistem tersebut harus disesuaikan keadaan negara yang bersangkutan dan pelaksanaannya harus dilakukan oleh orang yang tepat. Jadi sekarang menurut kalian sistem mana yang akan kalian pilih?

4 thoughts on “Review Video “the battle of the idea”

  1. mutiaraddini says:

    Interesting essay. What’s best for Indonesia then?

    In a way that Keynesian is right, as shows at the 2008 crisis back then, Indonesia is survived and I believe that is also part of the government contribution towards economic activities here. But well, Hayes-ian(?) is showing a prove too, back then in 1998, the crisis is huge and that was because of the totalitarian style of governance in the New Order era.

  2. vianidefy says:

    thanks for your comment🙂

    yes many people said that crisis in 2008 has shown to us that market mechanism was failed.. But actually I still believe on market in some aspects..
    For indonesia’s experience to survive from global crisis in 2008, my professor in advance monetary econ class said that it was not because of the government action. It because China and India’s economy were still growing. So they need commodities from indonesia. Demand for commodities increased and the price also increased. That’s why our economy still grow.

  3. mutiaraddini says:

    Thanks for straighten out the fact, Kak. If I may say that government is playing a role there but not quite significant compared to the commodities to China and India, is that correct? Then, what about now? #banyaktanya

  4. vianidefy says:

    you’re welcome..
    Maybe we can say like that.. On 2008 china’s govn’t gave fiscal stimulus, to build the infrastructure etc. It makes their economy grow.. However, in Indonesia as we know, budget for infrastructure still quite low..

    For now, as the result of the EU crisis, China and India’s economy are getting slowdown.. 1 or 2 months ago price of commodities declined.. Like the other economists said, we should make diversification on products and market.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: