Industri Kreatif Indonesia

Aji Jayanti melaporkan,
 
November kemarin, tepatnya tanggal 23 2012, saya baru tahu kenapa Pak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengembangkan kementrian kita menjadi Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (dapat dibaca di artikel yang telah dibuat oleh Sitti Rasuna). Begitu penting dan berpengaruhnya ekonomi kreatif saat ini membuat Pak SBY akhirnya memberikan prioritas yang cukup serius dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
 
Dalam acara tersebut John Hawkins menjelaskan terdapat 3 prinsip dari creative ecologies yaitu setiap orang dilahirkan kreatif; kreatifitas membutuhkan kebebasan; dan kebebasan membutuhkan pasar. Ada yang tidak percaya kalau semua orang dilahirkan kreatif?
Bapak Dorodjatun Kuncoro-Djakti dalam kuliahnya pernah mengatakan bahwa menurut psikolog, manusia setiap harinya menemui paling tidak enam ribu masalah mulai dari dia bangun tidur sampai tidur lagi. Enam ribu masalah dalam satu hari! Enam ribu masalah bukan hal yang luar biasa yang ingin saya tekankan di sini, tapi bagaimana kita dapat bertahan hidup sampai umur kita yang sekarang padahal kita menemui 6.000 masalah setiap harinya. Betapa kreatifnya kita dapat menyelesaikan 6.000 masalah, yang mungkin berbeda, setiap hari dengan cara yang, mungkin juga, berbeda (dan betapa kreatifnya Tuhan menciptakan 6.000 masalah untuk 7 miliar penduduk bumi setiap harinya).
 
Lantas,mengapa Indonesia membutuhkan Kementrian Pariwisata dan Industri Kreatif?
Indonesia terbentang dari Sabang sampai Merauke, dan berbentuk pulau-pulau yang disatukan oleh lautan. Dari sabang sampai merauke tersebut ada berbagai macam suku, budaya, bahasa, bahkan zona waktu. Begitu banyak kebudayaan Indonesia, bagaimana cara kita menjaga kebudayaan tersebut baik dari kepunahan maupun dari claim negara lain. Menurut Ibu Mari, salah satu cara menjaga kebudayaan tersebut adalah dengan cara dokumentasi.
 
Pengembangan Kementrian Pariwisata menjadi Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif merupakan salah satu fasilitan yang diberikan negara untuk para pelaku industri kreatif mengembangkan potensinya dan menunjukkannya ke dunia, seperti yang terjadi pada lagu/video Gangnam Style. Dengan menunjukkannya pada dunia akan kebudayaan Indonesia sekaligus juga menjaga kelestarian kebudayaan Indonesia dari kepunahan atau kekalahan akan claim negara lain di kancah internasional.
 
Foto ilegal bersama Ibu Mari dan Kak Kiki

Foto ilegal bersama Ibu Mari dan Kak Kiki. Biar kucel yang penting gaya. Photograph by Una.

3 thoughts on “Industri Kreatif Indonesia

  1. hahahha “foto ilegal” !!!

  2. himarain says:

    setuju paragraf terakhir…hum berharap juga sih semoga kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif betul-betul menjadi medium di segala sudut industri kreatif menengah ke bawah khususnya… salam kreatifitas selalu

  3. Iya ya, banyaknya situasi yang dihadapi manusia sehari-hari pun juga salah satu ciri manusia tuh sebenarnya kreatif.
    Anyway, kapan ada orang Indonesia yang punya gaya yang ngehip abis macam Gangnam Style? Berminat Ji? :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: