“Everyone is Born Creative”

panglaykim2

Panglaykim Memorial Dialog 2012. Harry Tjan Silalahi, salah seorang pendiri CSIS memberikan sambutan.

Sitti Rasuna W. (0906490626)

Saya baru tahu cerita dibalik munculnya kementerian baru dengan nama belakang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Terutamanya ada dua kata terakhirnya itu. Dalam dialog Panglaykim Memorial Dialog 2012 (23/11) yang bertema “Unleashing Creative Power of Indonesia for Better Future”, Ibu Mari Elka Pangestu menceritakannya. Mula ia membeli beberapa buku berjudul The Creative Economy karya Prof. John Howkins. Ibu Mari tak hanya membeli untuk dirinya namun juga membagikannya tak terkecuali kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Rupanya bahasan ekonomi kreatif begitu substansial dan menarik bagi petinggi negara kita hingga beberapa waktu kemudian (setelah itu) muncullah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dalam dialog ini dihadirkan Profesor John Howkins sebagai pembicara utama dan beliaulah yang menulis buku yang Ibu Mari Elka beli dan berikan kepada Pak Presiden tadi.

Ialah John Howkins yang pertama kali menggagas istilah creative economy. Beliau pun dijuluki dengan istilah ‘father of creative economy’. Dalton Tanonaka pun mengurai tawa para penonton dengan bertanya kepada Howkins, apakah benar father dan bukan grandfather, mengingat umur Howkins yang… sudah berumur!

Dalton Tanonaka, Mari Elka Pantestu, dan John Howkins

Dalton Tanonaka, Mari Elka Pangestu, dan John Howkins

Howkins menuturkan ada tiga prinsip dalam ekologi ekonomi kreatif. Yang pertama ialah bahwa ‘everyone is born creative‘, siapapun memiliki imajinasi, dan semua berhak menginterpretasikannya. Selanjutnya ialah kreativitas membutuhkan kebebasan, kita semua bebas mengelola ide dan kreativitas dan yang terakhir ialah kebebasan membutuhkan pasar, misalnya dalam produk kreatif seperti film, musik, fesyen, ada pasarnya sendiri. Mari Elka menyampaikan bahwa kini ada lima belas subsektor dalam ekonomi kreatif, termasuk di dalamnya kuliner, permainan interaktif, serta penerbitan dan percetakan.

Secara statistik, kontribusi ekonomi kreatif dalam perekonomian Indonesia kian meningkat. Dari tahun 2011 ke tahun 2012, tenaga kerja yang diserap meningkat 60.000 orang dan PDB nominal meningkat 47,4 trilyun. Ini menunjukkan betapa tingginya nilai tambah industri kreatif di Indonesia. Sementara itu, Howkins berujar bahwa kreativitas ialah produk dari proses learning. Learning berbeda dengan education dan learning lebih penting karena bersifat terus-menerus (continuous). Melihat peningkatan kontribusi ekonomi kreatif yang terus meningkat, Ibu Mari Elka menjawab salah satu pertanyaan audiens bagaimana beliau melihat masa depan ekonomi kreatif Indonesia sepuluh tahun mendatang, beliau berharap film Indonesia bisa semaju Hollywood, musik Indonesia go international, intinya, sektor kreatif Indonesia bisa maju di panggung dunia!

Semoga!

panglaykim3

Kelas Interla, Dalton Tanonaka, Mari Elka Pangestu, dan Ibu Rizki Nauli Siregar

9 thoughts on ““Everyone is Born Creative”

  1. rivai says:

    wah wah, tulisannya mbak sitti bagus amat sih? kayak reporter aja..
    Setiap orang memang dilahirkan kreatif.

    tetapi dalam perjalann hidupnya banyak telur2 kreatif dipecah oleh aturan aturan dan batasan di lingkup sekolah.
    Mri kita bangun pendidikan yang selalu membebaskan kita untuk berfikir terbuka, jangan ada kekekangan atau kekakuan imajinasi.

    Karena setiap orang mempunyai rasa, dan hanya rasa yang tidak dibatasi yang bisa mengembangkan garis garis kreatifitas.

    • Weleh…
      Iya menurutku sih kurikulum sekolah juga agak piye gitu.
      Pelajarannya banyak, padahal nggak semua masing-masing orang suka dan mampu di bidang itu.
      Tapi dengan adanya semacam tugas presentasi, diskusi, itu juga mengarah ke pengembangan kreativitas.
      Salam kreatif.

      • himarain says:

        setujuuu sama rivai. sistem belajar yang membuka lebar pikiran plus praktek tanpa tekanan dan menghasilkan kreasi diri. semoga Indonesia makin bagus sistem pendidikan dan ekonominya tentunya.

        ah iya kalo kupikir-pikir banyakan orang yang kreatifitasnya muncul setelah melewati bangku sekolah ya?… nah looo siapa tuh… (nunjuk diri sendiri) hehehe

  2. Very nice report Una!!!! love how you insert fun facts that were told in the dialog.. and still complete the report with statistic facts on creative economy.. keep it up girl🙂

  3. and thank you for posting the group picture🙂

  4. […] mengembangkan kementrian kita menjadi Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (dapat dibaca di artikel yang telah dibuat oleh Sitti Rasuna). Begitu penting dan berpengaruhnya ekonomi kreatif saat ini membuat Pak SBY akhirnya memberikan […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: