Analisis Data Total Impor Indonesia Terhadap Dunia, Cina, Singapura, Jepang, & US Selama Periode 2006-2011

Dari grafik dapat terlihat bahwa pola Total Impor Indonesia selama periode Januari 2006 hingga November 2011 terhadap negara Cina, Singapura, Jepang, & US memiliki pola yang hampir sama dengan pola total impor Indonesia terhadap dunia. Hal ini menggambarkan bahwa Indonesia tidak hanya menggantungkan impor barang pada satu negara saja. Total Impor Indonesia secara total terhadap dunia, selama periode 2006 – 2011 menunjukkan bahwa Impor mulai mengalami peningkatan tajam di awal tahun 2008, lalu volume impor terbesar terjadi

sekitar pertengahan tahun 2008. Hal ini dapat terjadi karena perekonomian Indonesia yang paling besar bergantung pada konsumsi domestik dalam negeri, bukan ekspor. Perekonomian tetap mengalami pertumbuhan positif dan kita pun tetap dapat melakukan impor barang-barang, terutama minyak bumi dan bahan baku industri. Ketika negara-negara eksportir lain di dunia mengalami resesi keuangan sehingga harus mengurangi impor barang karena ekspor mereka yang melemah. Indonesia mengalami kebalikannya, impor Indonesia meningkat, dimulai dari awal tahun 2008 hingga mengalami penurunan di pertengahan tahun 2008. Volume impor kembali meningkat ketika perekonomian global membaik, hal ini ditunjukkan dengan peningkatan volume impor mulai awal tahun 2009, dan masih mengalami fluktuasi. Fluktuasi impor ini terjadi akibat barang impor utama yang signifikan mempengaruhi neraca perdagangan Indonesia, seperti Minyak bumi dan bahan baku industri mengalami fluktuasi harga dan juga fluktuasi volume permintaan dari dalam negeri.
Melihat kepada 4 negara mitra dagang Indonesia, yaitu Cina, Singapura, Jepang dan US, maka kita pun menemukan pola impor Indonesia terhadap ke-empat negara ini adalah hampir sama. Total volume impor mengalami tren meningkat lebih besar dari periode sebelumnya di sekitar awal tahun 2008, lalu mulai menurun setelah pertengahan tahun seperti yang juga terjadi pada pola total impor Indonesia terhadap dunia. Hal ini bisa terjadi karena Indonesia memang cukup besar dalam menggantungkan impor barang dari ke-4 negara ini. Perhatikan bahwa di pertengahan tahun 2008, Impor Indonesia terhadap Singapura tertinggi selama periode 2006-2011. Singapura memasok barang-barang elektronik dan juga bahan baku industri kimia dan farmasi yang cukup besar untuk Indonesia, dimana saat itu permintaan akan barang-barang elektronik sangat tinggi. Indonesia tidak hanya mengimpor barang elektronik dari Singapura saja, tetapi juga dari US, Jepang dan Cina, sehingga pada periode awal hingga pertengahan periode 2008, impor Indonesia terhadap ke-3 negara ini cukup meningkat. Perkembangan pesat pada konsumsi domestik yang telah menyelamatkan perekonomian Indonesia saat krisis, ternyata membuat Industri kimia dan farmasi Indonesia berkembang pesat. Akibatnya permintaan akan barang impor untuk bahan baku industri kimia dan farmasi pun meningkat, pemasok bahan baku kimia dan farmasi mayoritas adalah Cina, US dan Jepang. Tidak heran jika volume impor kita terhadap ke-3 negara ini pun cenderung meningkat walau pun mengalami fluktuasi. Selanjutnya, fluktuasi volume impor Indonesia terhadap Cina, Singapura, Jepang dan US meningkat setelah pulihnya perekonomian global dari resesi, karena industri dalam negeri semakin meningkatkan ekspor, maka permintaan akan minyak bumi dari US, bahan baku industri dari Cina dan Jepang, serta barang elektornik dari ke-4 negara sebelumnya pun meningkat. Fluktuasi volume impor tidaklah terlalu ekstrim pasca krisis ekonomi global pulih, hanya terhadap US saja ada terjadi fluktuasi yang signifikan di tahun 2010. Kemungkinan besar akibat adanya peralihan impor barang dari US berganti menjadi impor barang dari Singapura, karena saat volume impor terhadap US menurun tajam justru impor terhadap Singapura meningkat.

Referensi:
http://www.trademap.or diakses 25 November 2012
http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=3698&Itemid=29 diakses 25 November 2012
http://www.bps.go.id/index.php?news=635 diakses 25 November 2012

Grafik Total Impor Indonesia terhadap Dunia, Cina, Singapura, Jepang & US

2 thoughts on “Analisis Data Total Impor Indonesia Terhadap Dunia, Cina, Singapura, Jepang, & US Selama Periode 2006-2011

  1. Dear Anna,

    mungkin ada baiknya untuk menggunakan format chart yang sedikit berbeda untuk bisa menunjukkan signifikansi dari impor Indonesia dari Cina, Jepang, Singapura dan Amerika Serikat ini. Nilai impor dari ke-4 negara ini mencakup secara rata-rata selama periode observasi kamu sebesar 45,61% dari total impor Indonesia (di beberapa bulan tertentu bahkan mencapai 51-52% dari total impor). Namun dengan grafik y ng ada, hal ini tidak begitu terlihat.. mungkin bentuk yang bisa digunakan adalah sbb: http://bit.ly/RmI9SQ

    saya lagi cari literature atau artikel ttg drop-nya impor di akhir 2008-awal 2009. Sejujurnya lupa apa alasannya.. tapi sekilas mirip overshooting (kalau benar ada depresiasi rupiah di periode tersebut)..

    but thanks for the holistic approach of trying to analyze the data🙂

  2. siti_timy says:

    oh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: