Trade-to-GDP Indonesia dan Filipina Tahun 2006 hingga 2011

Jazman Ihsanuddin, 1006763432

Dalam membandingkan tingkat pendagangan suatu negara dengan negara lain bisa dilakukan dengan cara mengukur rasio perdagangan terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Rasio perdagangan terhadap PDB ini bertujuan untuk melihat berapa bagian dari perdagangan terhadap PDB. Semakin besar rasio ini maka perekonomian Negara tersebut semakin bergantung dengan perdagangan luar negeri. Hal ini dikarenakan bisa saja perdagangan membawa manfaat yang lebih besar karena biasanya perdagangan luar negeri memberikan insentif yang besar melalui harga yang berlaku di perdagangan. Berikut ini adalah grafik yang menunjukan perkembangan perdagangan antara Indonesia dan Filipina.

Grafik 1: Persentase Perdagangan atas PDB Indonesia & Filipina Kuarter I 2006 – Kuarter IV 2011

Source: http://www.bps.go.id, http://www.nscb.gov.ph

Namun, karena kekurangan data maka saya tampilkan pula hasil perhitungan dari World Bank untuk memperkuat analisis.

Grafik 2: Persentase Perdagangan atas PDB Indonesia & Filipina Kuarter I 2006 – Kuarter IV 2011

Source: http://data.worldbank.org/

Pada kedua grafik kita dapat lihat bahwa dari kuarter I 2006 hingga kuarter IV 2011, rasio perdagangan terhadap PDB kedua Negara mengalami fluktuasi yang berbeda-beda. Untuk Indonesia, mengalami kenaikan dari kuarter I 2006 hingga kuarter II 2008 dan kuarter I 2009 hingga kuarter IV 2011. Jika kita kaitkan dengan krisis finansial global tahun 2008, krisis ini membuat rasio perdagangan Indonesia menurun pada tahun tersebut karena penurunan permintaan barang ekspor dari Indonesia. Penurunan tersebut disebabkan karena penurunan daya beli konsumen produk ekspor final Indonesia, terutama dari Amerika Serikat, Jepang, dan Negara-negara Uni Eropa, serta Negara-negara yang mengimpor input dari Indonesia. Untuk Filipina, bagian perdagangan terhadap PDB-nya mengalami penurunan dari kuarter I 2006 hingga kuarter IV 2008 dan kuarter III 2010 hingga kuarter IV 2011. Namun rasio Filipina mengalami kenaikan dari kuarter I 2009 hingga kuarter II 2010. Meskipun begitu, rasio Filipina masih berada di atas Indonesia selama kuarter I 2006 hingga kuarter IV 2011. Hal ini berarti bahwa perekonomian Filipina lebih bergantung kepada perdagangan internasional daripada Indonesia. Fluktuasi rasio Filipina juga lebih besar daripada rasio Indonesia. Hal ini menunjukan bahwa produk Filipina di dalam perdagangan internasional sifatnya lebih elastis daripada produk Indonesia. Dengan demikian, kita dapat simpulkan bahwa kondisi perekonomian Filipina lebih bergantung pada kinerja perdagangan internasionalnya daripada Indonesia.

References

Badan Pusat Statistik. (n.d.). Retrieved October 11, 2012, from Badan Pusat Statistik: http://www.bps.go.id

National Statistics Office. (n.d.). Retrieved November 25, 2012, from National Statistics Office: http://census.gov.ph

World Bank. (n.d.). Retrieved November 25, 2012, from World Bank: http://data.worldbank.org/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: