Balance of Trade: Ekspor/GDP dan Impor/GDP Indonesia Tahun 1975-1990 (yearly)

Grafik 1. Ekspor/GDP dan Import/GDP Indonesia Tahun 1975-1990

 

Oleh: MUTIARA ALAM ADDINI / 1006662111

 

Sumbangsih ekspor Indonesia terhadap GDP secara umum mengalami trend penurunan. Hal ini disebabkan karena Indonesia memiliki perubahan struktur perekonomian, serta kondisi setelah Perang Dunia ke-II mengakibatkan kemerosotan kegiatan produksi dan permintaan akan bahan-bahan mentah industri. Keadaan ini menyebabkan kecenderungan turunnya volume perdagangan dunia, khususnya bagi negara-negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia.

Sedangkan sumbangsih impor Indonesia terhadap GDP mengalami trend kenaikan mulai dari tahun 1975 sampai tahun 1982, dikarenakan pada masa pembangunan tersebut, keperluan Indonesia akan bahan baku dan penolong, terutama barang-barang modal mengalami peningkatan sesuai dengan peningkatan kegiatan produksi, seperti yang dituangkan dalam Repelita. Perkembangan impor selama periode Repelita II dan empat tahun pertama Repelita III berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi dan kebijakan yang menunjang kegiatan produksi untuk menghasilkan barang-barang substitusi impor. Kemudian pada tahun 1983 sampai tahun 1989 secara umum mengalami penurunan dikarenakan dalam periode Repelita III tersebut terjadi resesi ekonomi dunia yang tajam serta adanya penurunan impor barang konsumsi. Selama Repelita IV nilai impor rata-rata menurun disebabkan oleh kelesuan perekonomian dalam negeri.

Neraca perdagangan Indonesia secara umum mulai tahun 1975 sampai dengan tahun 1990 mengalami surplus. Pada tahun 1970an harga minyak bumi sangat meningkat, namun mulai tahun 1982 terus mengalami kemerosotan sehingga pada tahun 1982-1983 terjadi defisit pada neraca perdagangan Indonesia. Pada tahun 1985 juga terjadi defisit dikarenakan adanya kecenderungan merosotnya harga minyak bumi yang merupakan salah satu komponen utama dalam neraca perdagangan Indonesia sampai pada tahun 1986 namun hal tersebut tidak berlangsung lama. Dengan rangkaian langkah-langakh deregulasi dan debirokratisasi yang dicanangkan oleh Pemerintah, kondisi tersebut dapat sedikit membaik dan ekspor non migas berhasil didorong. Sejak tahun 1975 neraca perdagangan secara umum terus berkembang meskipun terdapat beberapa gejolak akibat faktor perekonomian dalam negeri maupun kondisi perekonomian global.

 

Sumber Referensi:

Data of Indonesia | World Development Indicators | http://api.worldbank.org/datafiles/IDN_Country_MetaData_en_EXCEL.xls

Neraca Pembayaran dan Perdagangan Luar Negeri Tahun 1975 | Bappenas | www.bappenas.go.id/get-file-server/node/7053/

Neraca Pembayaran dan Perdagangan Luar Negeri Tahun 1978 | Bappenas | www.bappenas.go.id/get-file-server/node/6972/

Neraca Pembayaran dan Perdagangan Luar Negeri Tahun 1990 | Bappenas |www.bappenas.go.id/get-file-server/node/6665/

Tagged , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: