Nama                    : ANDRE SUNANTA

NPM                      : 1006662004

No Urut                : 6

 

Dilihat dari grafik dan data yang ada, pola pergerakan ekspor sektor pertanian dan manufaktur Indonesia pada tahun 1990-2011 mengalami pertumbuhan positif dan mengalami pergerakan yang paralel antara keduanya. Setelah REPELITA yang dilakukan pada masa Orde Baru, ekspor manufaktur Indonesia lebih tinggi dibandingkan ekspor produk pertaniannya. Awal dekade 90-an berdasarkan catatan sejarah, Indonesia termasuk fenomena keajaiban ekonomi di Asia karena termasuk dalam negara industri baru. Hal ini dilihat dari berubahnya posisi ekspor, yang semula menggantungkan perekonomi pada sektor pertanian, pada awal 1990-an sudah beralih ke manufaktur atau industri. Salah satu penyebabnya adalah adanya deregulasi ekonomi untuk mendorong investasi dan ekspor dari pemerintah Indonesia sendiri.

Berkah dari keajaiban ekonomi Indonesia hanya dirasakan sampai tahun 1996. Pasalnya, pada periode 1997-1999, Asia mengalami krisis ekonomi yang berimplikasi pada perekonomian domestik Indonesia. Hal ini terlihat dalam grafik dimana terjadi penurunan ekspor untuk kedua sektor ini sebagai dampak atas krisis ini. Namun, uniknya adalah sektor pertanian mengalami penurunan yang relatif lebih kecil dibandingkan sektor manufaktur. Sektor ini yang tidak mengalami keterpurukan yang luar biasa pada saat krisis ekonomi terjadi pada 1998 di Indonesia. Pemulihan berlangsung belum cukup lama, kemudian Indonesia kembali terkena imbas krisis negara Barat pada akhir dekade 2000-an yang mengakibatkan penurunan nilai ekspor Indonesia di dua sektor tersebut. Indonesia memang tidak terkena imbasnya secara langsung, namun sayangnya mitra dagang (dalam hal ekspor) untuk Indonesia mengalami krisis, sehingga daya beli mereka menurun.

REFERENSI

Malian, A. Husni. http://jurnal.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/2120397121.pdfFaktor-Faktor yang Mempengaruhi Ekspor Produk Pertanian dan Produk Industri Pertanian Indonesia: Pendekatan Macroeconometric Model dengan Path Analysis” (diakses pada 26 November 2012)

Sumber Data: WTO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: