Melihat potensi produksi domestik Indonesia saat ini, menarik bila kita membicarakan mengenai ekspor non migas Indonesia tahun 1990 sampai 2011. Berbeda dari tahun 70-80an dimana terjadi oil boom yang mengakibatkan ekspor migas menjadi primadona di Indonesia, seperti yang telah diposting oleh Sitti Rasuna sebelumnya, beberapa tahun ini justru potensi produksi non migas Indonesia cukup bersinar. Walau awal tahun 90an ekspor migas dan non migas masih terlihat kembar siam, namun pertengahan 90an, terlihat mereka mulai terpisah dimana ekspor non migas lebih tinggi meninggalkan migas.

Pada tahun 1998, terlihat adanya penurunan pertumbuhan ekspor barang manufaktur, barang pertanian, dan barang tambang yang kemudian berimbas pada penurunan nilai Ekspor non migas sebesar 12,3% padahal tahun sebelumnya sempat meningkat sebesar 17%. Ekspor non migas kemudian tumbuh kembali pada tahun 2000, selain karena dorongan kebijakan-kebijakan pemerintah dalam kegiatan ekspor, terlihat adanya peningkatan permintaan dunia terutama dari negara-negara di kawasan Amerika dan Asia. Namun, pada tahun 2001 ekspor kembali menurun, menurut laporan dari Bank Indonesia tahun 2001, penurunan tersebut diakibatkan adanya pelambatan perekonomian dunia dan melemahnya harga komoditas-komoditas unggulan.

Nilai ekspor non migas Indonesia juga mengalami sinyal positif bila kita lihat dari total ekspor pada awal tahun 2011 yang meningkat sebesar 29% dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan tersebut didorong dari sektor pertambangan, industri, dan pertanian. Menurut Menteri Perdagangan saat itu, Mari Elka Pangestu, pertumbuhan ekspor tersebut didorong oleh asumsi ekonomi dunia yang akan tumbuh 4,2% pada tahun 2011, dan adanya kenaikan harga komoditas di pasar internasional dan tumbuhnya investasi sebesar 10-11%.

Peningkatan ekspor non migas tersebut mendorong Indonesia menempati urutan ke 30 sebagai negara eksportir tersebesar di dunia. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri perdagangan saat itu, Marie Elka Pangestu, yang disampaikan oleh Staff Ahli Kepala Balitbang Pengembangan Kebijakan Pedagangan Kemendag Heru Sutanto.
Secara garis besar, ekspor Indonesia saat ini masih didominasi oleh sektor non migas sebesar 79%. Selain karena adanya krisis 2008 yang mempengaruhi ekspor migas (menurun), optimisasi pertumbuhan sektor non migas juga yang membawa sektor tersebut menjadi penyumbang yang cukup besar bagi surplus neraca perdagangan tahun 2008 sampai saat ini.

Aji Jayanti

Sumber dan referensi:

UN Comtrade

Badan Pusat Statistik (BPS)

Kementrian Perdagangan Republik Indonesia

Bank Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: