Growth Indonesia vs growth USA vs growth Japan, yearly, 1990 – 2011

Nama : Aklan Huda Wijaya

NPM : 1006689763

Grafik diatas menjelaskan persentase perubahan pertumbuhan Produk Domestic Bruto (GDP) pertahun di Jepang, Indonesia dan Amerika Serikat (US).Perhitungan pertumbuhan produk domestik bruto sendiri dihitung melalui  rumus : (GDPt-GDPt-1)/GDPt-1. Pertumbuhan produk domestik bruto memperlihatkan pertumbuhan ekonomi yang terjadi dalam suatu negara, karena pertumbuhan GDP sendiri merefleksikan adanya perubahan tingkat konsumsi, pendapatan maupun nilai tambah suatu produk dari periode sebelumnya.

Pada tahun 1990 – 1993 Terlihat terjadi penurunan pertumbuhan yang cukup signifikan di ketiga Negara tersebut. Indonesia mengalami penurunan PDB di tahun 1991 ke tahun 1992 walaupun tidak begitu signifikan. Penurunan ini disebabkan oleh adanya indikasi korupsi institusi negara di Indonesia yang menyebabkan menurunnya partisipasi investasi asing di Indonesia. Namun, ditahun 1993 pertumbuhan PDB di Indonesia mulai stabil. Sementara di tahun 1990 , Jepang mengalami penurunan yang sangat signifikan terlihat dari penurunan PDB growth dari sekitar 7% menuju 0.2% di tahun 1993. Hal tersebut terjadi karena adanya Economic Buble di jepang yang menyebabkan jatuhnya saham Tokyo Stock Exchange dan tingginya harga real estate di beberapa distrik di jepang. Sementara di Amerika Serikat di tahun 1991 terjadi penurunan pertumbuhan akibat krisis minyak yang diakibatkan Gulf war  (Invasi Irak ke Kuwait) dan juga masih dipengaruhi krisis Saving and loans yang terjadi diawal tahun 1987. Namun pada tahun 1992 keadaan ekonomi US sudah semakin. Walaupun kembali turun di tahun 1993.

Ditahun 1994 – 1996, baik di Jepang, US maupun Indonesia terlihat adanya trend pertumbuhan PDB yang positif. Di Jepang, pertumbuhan positif ditandai dengan kenaikan Growth PDB dari 0.8% di tahun 1994 menuju 2.1% di tahun 1996. Hal tersebut terjadi akibat kebijakan bank sentral di jepang untuk melakukan kebijakan ekspansif besar besaran guna memperbaiki krisis akibat economic buble dan lepas dari liquidity trap di tahun 1990an yang berimbas perbaikan konsumsi masyarakat dan investasi di jepang hingga tahun 1996. Begitu pula dengan Amerika Serikat, Pasca pengiriman pasukan perdamaian oleh Amerika Serikat ke Iraq menyebabkan harga minyak stabil dan menurunkan krisis di Amerika serikat yang di sertai dengan kebijakan kebijakan pemerintah Amerika serikat untung menghilangkan efek krisis Saving and Loans. Namun di tahun 1995 Di Indonesia sendiri di masa kepemerintahan Soeharto, Ekonomi cenderung stabil karena adanya kestabilan investasi diikuti dengan pertumbuhan infrastruktur yang cukup cepat menyebabkan ekonomi stabil walaupun masih dibayang baying isu korupsi dan nepotisme di tahun tahun tersebut.

Pada Tahun 1997 – 1998 adalah masa masa paling buruk bagi Negara Indonesia. Tercatat baik Jepang maupun Indonesia mengalami penurunan pertumbuhan GDP yang sangat amat signifikan, bahkan sampai negatif. Terlihat di grafik, diantara ketiga negara tersebut, Indonesia mengalami penurunan yang lebih besar dengan diikuti Jepang dan amerika serikat. Krisis financial di Asia, adalah sumber dari  penurunan PDB di ketiga negara tersebut di periode ini. Di Jepang, krisis ini menyebabkan trade deficit yang ditandai dengan penurunan ekspor ke negara negara berkembang di kawasan asia. Jepang sendiri mengalami krisis yang simultan ,karena setelah pulih dari economic bubble ,Jepang secara langsung menghadapi krisis asia. Lain-halnya dengan Amerika Serikat, krisis financial di Asia tidak memberikan efek yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Walaupun secara real, krisis Asia menyebabkan index Dow Jones Industries menurun secara signifikan hingga menurun sebesar 400 point. Krisis ini juga berimbas dengan kegiatan investasi dan export import antara US dengan negara kawasan asia yang melemah. Belum lagi dengan adanya beberapa negara di kawasan Asia yang menjadi anggota OPEC, menyebabkan harga minyak menjadi tinggi di dunia. Walaupun begitu, dengan status amerika sebagai negara yang dalam pelaksanaan tradenya tidak dependen terhadap satu negara saja  dalam perdagangan, krisis ini tidak berimbas besar pada Amerika. Indonesia adalah salah satu negara di kawasan Asia yang mengalami efek paling signifikan dari krisis ini. Krisis financial asia menyebabkan real exchange rate Indonesia menurun dengan drastis yang diikuti dengan kenaikan harga harga barang di tahun tersebut. Ditambah dengan kebijakan pemerintah yang lemah terhadap subtansi ekonomi menyebabkan perekonomian Indonesia jatuh yang ditandai dengan turunnya pertumbuhan PDB Indonesia.

Ekonomi mulai membaik di ketiga negara pasca krisis financial, yaitu pada tahun 1999 -2000. Dengan berbagai kebijakan penanganan krisis baik dari pemerintah maupun bank sentral di ketiga negara, perekonomian kembali meningkat secara signifikan dan positif kembali di tahun 1999. Namun, Pada tahun 2000-2001 terjadi penurunan kembali di ketiga negara tersebut. Hal ini terjadi karena adanya krisis energy khususnya minyak di dunia yang menyebabkan kenaikan harga minyak yang signifikan. Namun, beranjak tahun 2002 ekonomi mulai pulih dan stabil di ketiga negara khususnya amerika serikat yang meningkat secara signifikan akibat pulihnya investasi. Namun, Amerika Serikat di tahun 2005 pertumbuhan ekonomi Amerika menurun karena adanya permasalahan mortgage subprime bond yang akan berefek pada Krisis Amerika Serikat di tahun 2008.

Pada tahun 2007-2009, Terjadi penurunan pertumbuhan PDB yang signifikan pada negara Amerika Serikat dan Jepang. Penurunan pertumbuhan GDP khususnya di amerika serikat terjadi akibat krisis ekonomi global akibat mortgage subprime crisis, yang secara langsung menjatuhkan nilai index Dow Jones dan menyebabkan bankrutnya institusi pinjaman di amerika serikat dan indikasi pailit bank bank besar di Amerika Serikat. Ditambah, krisis kepercayaan masyarakat Amerika terhadap institusi saham seperti Wallstreet menyebabkan turunnya perekonomian di amerika serikat. Sebagai negara adidaya, tentu saja krisis di amerika berimpas pada negara negara lainnya. Di jepang, pada tahun 2007 -2009 terjadi penurunan yang signifikan akibat krisis amerika serikat, ditandai penurunan ekspor impor dan iklim investasi yang melemah dan nyatanya merupakan titik terendah pertumbuhan ekonomi Jepang dalam kurun 2 dekade terakhir. Namun, Menariknya Indonesia tidak mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi, dan cenderung stabil. Hal ini disebabkan oleh tingkat independensi  Indonesia terhadap negara negara di kawasan Amerika dan Eropa yang rendah dan juga disertai dengan kuatnya ekonomi di dalam negeri menyebabkan efek dari krisis amerika serikat tidak berefek besar pada negara Indonesia.

Pada Akhir tahun 2009-2010 awal ekonomi di Jepang dan Amerika mulai pulih, begitu pula Indonesia yang masih cenderung stabil. Di pertengahan tahun 2010 hingga 2011, akibat krisis hutang eropa, baik jepang maupun US mengalami penurunan pertumbuhan PDB yang signifikan dan impulsive akibat melemahnya iklim investasi dan juga tingkat depedensi utang antara negara eropa dan Amerika Serikat yang juga tinggi, begitu pula Jepang yang juga mengalami efek dari krisis akibat ketergantungan dengan negara barat. Namun Indonesia kembali tidak mengalami efek dari krisis eropa tersebut, hal ini terlihat dari peningkatan GDP yang stabil bahkan cenderung meningkat walaupun tidak secara signifikan. Hal ini terjadi akibat tingkat konsumsi masyarakat yang tinggi dan juga tingkat independensi yang cukup kuat dari negara negara barat. Selain itu hutang Indonesia yang sumbernya terdiversifikasi dan tidak terpusat pada satu sumber pendanaan, menyebabkan krisis utang eropa tidak berimbas besar pada perekonomian di Indonesia.

Sumber:

Data:

http://data.worldbank.org

Review:

Journal & Reports :

Stern, Joseph. The Rise and Fall of the Indonesia Economy. Faculty Research Working Papers Series :John F. Kennedy School of Government ,Harvard University. June 2003.

Worldbank. Indonesia In Crisis : Microeconomy Update. The World Bank, Washington, D.C:
July 1998

IMF. WORLD ECONOMIC OUTLOOK : A Survey by the Staff of the International Monetary Fund. Washington, DC : May 1998

WEB:

http://documents.worldbank.org/curated/en/1998/07/438728/indonesia-crisis-macroeconomic-update
http://www.adb.org/publications/causes-1997-asian-financial-crisis-what-can-early-warning-system-model-tell-us-0
http://www.wsws.org/articles/2002/mar2002/nb-srn.shtml
http://www.economist.com/blogs/freeexchange/2012/08/lost-decades
http://www5.cao.go.jp/e-e/doc/economic-survey-1995.html
http://www.imf.org/external/np/speeches/1998/040898.HTM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: